
Pertemuan perdana ini menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas metodologis mahasiswa pada jenjang doktoral. Materi perkuliahan diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai pilihan pendekatan penelitian yang dapat digunakan dalam pengembangan penelitian akademik, khususnya dalam mempersiapkan disertasi yang memiliki kedalaman analisis dan mutu ilmiah sesuai karakteristik pendidikan jenjang S3.
Dalam perkuliahan tersebut, Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd. membahas empat pendekatan utama penelitian, yaitu penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, mixed method, serta Research and Development (R&D). Masing-masing pendekatan memiliki karakteristik dan orientasi yang berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan persoalan dan tujuan penelitian.
Pembahasan mengenai penelitian kualitatif dan kuantitatif menjadi salah satu bagian utama perkuliahan. Penelitian kualitatif memberikan ruang bagi peneliti untuk memahami suatu fenomena secara mendalam. Sementara itu, penelitian kuantitatif memiliki karakteristik yang menekankan penggunaan data yang dapat diukur dan dianalisis secara sistematis. Melalui pembahasan tersebut, mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa pemilihan pendekatan penelitian perlu didasarkan pada karakter persoalan yang hendak dijawab.
Selain kedua pendekatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh penguatan mengenai mixed method sebagai pendekatan yang mengintegrasikan unsur penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan ini dapat digunakan ketika persoalan penelitian membutuhkan perspektif yang lebih komprehensif melalui penggunaan kedua jenis data dalam suatu penelitian.
Perkuliahan juga memperkenalkan Research and Development (R&D). Pendekatan ini memiliki karakteristik khusus karena penelitian dapat diarahkan untuk menghasilkan atau mengembangkan produk, model, maupun bentuk pengembangan tertentu sesuai dengan kebutuhan penelitian. Pembahasan empat pendekatan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai beragam pilihan metodologis yang dapat dipertimbangkan dalam merancang penelitian doktoral.
Dalam konteks penelitian jenjang doktor, metodologi tidak hanya dipahami sebagai seperangkat prosedur teknis. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan secara akademik hubungan antara masalah penelitian, tujuan penelitian, pendekatan, metode, serta proses analisis yang digunakan. Ketepatan dalam menentukan metodologi menjadi salah satu unsur penting dalam membangun penelitian yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Perkuliahan berlangsung dalam suasana aktif dan interaktif. Mahasiswa terlibat dalam diskusi dan interaksi selama penyampaian materi. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan konsep-konsep metodologi yang dipelajari dengan kebutuhan dan rencana penelitian masing-masing.
Diskusi di kelas juga memperkuat pemahaman bahwa mahasiswa doktor tidak cukup hanya mengenal istilah kualitatif, kuantitatif, mixed method, dan R&D. Mahasiswa perlu memahami karakteristik setiap pendekatan sekaligus mampu mempertimbangkan relevansinya dengan persoalan penelitian yang akan dikembangkan menjadi disertasi.
Hal tersebut penting karena penelitian disertasi menuntut standar akademik yang tinggi. Kualitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh menariknya topik yang dipilih, tetapi juga oleh ketepatan dalam merumuskan masalah, menentukan pendekatan, memilih metode, serta membangun proses penelitian yang memiliki argumentasi metodologis yang kuat.
Melalui perkuliahan Metode Penelitian bersama Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd., mahasiswa memperoleh fondasi awal untuk membangun kesiapan dalam merancang penelitian doktoral. Penguasaan terhadap berbagai pendekatan penelitian diharapkan membantu mahasiswa dalam menentukan metodologi yang tepat sekaligus mengembangkan penelitian yang memiliki kedalaman analisis, ketepatan metodologis, dan kontribusi akademik.
Giat Akademik DSI-A #1 ini sekaligus menjadi bagian awal perjalanan akademik mahasiswa dalam Mata Kuliah Metode Penelitian. Melalui pembelajaran, diskusi, dan interaksi akademik yang berlangsung di kelas, mahasiswa diarahkan untuk terus mematangkan kemampuan metodologis sebagai bekal dalam menyusun disertasi yang berkualitas dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.