Ponorogo, 2 Oktober 2026 — Program Studi Doktor Studi Islam (DSI) Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Asistensi dan Pendampingan Pengusulan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi mahasiswa Program Doktor Studi Islam, Jumat (02/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam mendorong peningkatan rekognisi akademik dan publikasi karya mahasiswa, khususnya melalui penguatan luaran akademik yang memiliki nilai kekayaan intelektual.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kaprodi Doktor Studi Islam, Dr. Basuki, M.Ag., serta Sekretaris Program Studi DSI, Dr. Wildan Nafi’i, M.Pd.I., yang sekaligus bertindak sebagai moderator. Sementara itu, materi asistensi dan pendampingan pengusulan HAKI disampaikan oleh Dr. M. Muchlish H.

Peserta kegiatan merupakan mahasiswa Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo angkatan 2024 dan angkatan 2025. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman sekaligus pendampingan teknis mengenai proses pengusulan HAKI atas berbagai karya akademik dan inovatif yang telah mereka hasilkan.
Pendampingan diarahkan agar karya mahasiswa tidak berhenti pada publikasi atau produk akademik semata, tetapi dapat memperoleh rekognisi formal melalui perlindungan kekayaan intelektual. Karya yang menjadi sasaran pengusulan antara lain karya ilmiah yang telah dipublikasikan dalam jurnal, paten, prototype, aplikasi, maupun bentuk karya intelektual lainnya yang memenuhi persyaratan.

Mendorong Rekognisi Karya Mahasiswa
Pada tahun 2026, Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo memberikan perhatian serius terhadap peningkatan rekognisi dan publikasi mahasiswa maupun dosen. Salah satu bentuk konkret komitmen tersebut adalah pemberian subsidi penuh untuk pengusulan HAKI bagi mahasiswa S3 yang memiliki karya yang memenuhi kriteria.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada mahasiswa doktoral dalam mendokumentasikan, melindungi, sekaligus meningkatkan nilai rekognisi atas karya-karya akademik yang telah dihasilkan selama proses studi.
Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya didorong untuk menghasilkan karya yang berkualitas secara akademik, tetapi juga diarahkan agar karya tersebut memiliki dampak, kebermanfaatan, dan pengakuan yang lebih luas.
Kegiatan asistensi dan pendampingan HAKI ini diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem akademik Pascasarjana yang semakin produktif. Dengan demikian, karya mahasiswa S3 DSI tidak hanya menjadi bagian dari capaian studi, tetapi juga dapat berkembang menjadi luaran akademik yang terlindungi secara hukum, terdokumentasi, dan memperoleh rekognisi di tingkat yang lebih luas.
Komitmen tersebut sekaligus menegaskan arah pengembangan Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo untuk terus membangun budaya akademik yang berorientasi pada publikasi, inovasi, rekognisi, dan kemanfaatan karya ilmiah.