Ponorogo, 3 September 2026 — Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Kelas DSI-C, penerima Beasiswa LPPD Tahun 2026, mengikuti pertemuan perdana Mata Kuliah Metodologi Penelitian bersama Dr. Sugiyar, M.Pd.I. Perkuliahan diawali dengan perkenalan mahasiswa untuk saling mengenal latar belakang akademik dan bidang kajian masing-masing. Dalam sesi awal tersebut, mahasiswa juga berbagi pengalaman terkait proposal disertasi, termasuk pengalaman pada tahap kedua seleksi beasiswa.
Pada pertemuan pertama, Dr. Sugiyar, M.Pd.I. memberikan pengantar mengenai metodologi penelitian doktoral secara komprehensif dan holistik. Mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa Metodologi Penelitian Doktoral merupakan mata kuliah yang melatih cara berpikir ilmiah pada level S3. Fokus pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan teknik pengumpulan dan analisis data, tetapi terutama pada kemampuan mempertanggungjawabkan desain penelitian secara filosofis dan akademis.
Alur pembelajaran mata kuliah disusun melalui empat Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). CPMK-1 diarahkan pada kemampuan mahasiswa menganalisis fondasi epistemologis penelitian. Pada bagian ini, mahasiswa diperkenalkan dengan posisi pengetahuan yang mencakup paradigma, asumsi ontologis, epistemologis, dan posisi peneliti. Penelitian ditekankan harus dimulai dari problem pengetahuan. Setiap keputusan metodologis mengandung asumsi mengenai realitas, pengetahuan, peneliti, bukti, dan kriteria kebenaran. Mahasiswa karena itu diarahkan untuk mampu membaca asumsi-asumsi yang terdapat dalam rancangan penelitian serta menyatakan posisi epistemologisnya secara argumentatif.
Selanjutnya, CPMK-2 berfokus pada kemampuan mengevaluasi paradigma dan desain penelitian. Mahasiswa diarahkan memahami hubungan paradigma dengan metodologi dan menilai kesesuaian pendekatan penelitian dengan permasalahan yang dikaji. Pembahasan ini menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menentukan pendekatan dan desain yang sesuai dengan topik disertasi serta mampu memberikan alasan metodologis mengapa desain tertentu dinilai paling tepat.
CPMK-3 diarahkan pada kemampuan mengembangkan desain penelitian yang koheren dan rigor. Pada tahapan ini, mahasiswa diarahkan mengembangkan desain penelitian dengan memperhatikan keterkaitan fondasi penelitian, paradigma, metodologi, strategi pengumpulan dan analisis data, aspek etika, serta kualitas penelitian. Seluruh bagian tersebut perlu membentuk rancangan penelitian yang sistematis, sahih, layak, dan koheren serta memiliki kontribusi keilmuan.
Adapun CPMK-4 menekankan kemampuan mengargumentasikan desain penelitian secara ilmiah. Mahasiswa diharapkan mampu mempertanggungjawabkan pilihan metodologis yang digunakan dan menjelaskan mengapa suatu pendekatan serta desain penelitian paling tepat bagi permasalahan disertasinya. Dengan demikian, penguasaan metodologi pada level doktoral juga ditunjukkan melalui kemampuan memberikan argumentasi akademik terhadap keseluruhan rancangan penelitian.
Keempat CPMK tersebut membentuk alur pembelajaran yang berkesinambungan, yaitu menganalisis fondasi epistemologis → mengevaluasi paradigma dan desain → mengembangkan desain yang koheren dan rigor → mengargumentasikan desain secara ilmiah. Berdasarkan penjelasan dalam perkuliahan, empat CPMK tersebut selanjutnya dijabarkan ke dalam 6 Sub-CPMK dan dilaksanakan dalam 16 pertemuan.
Pembahasan pertemuan pertama juga memberikan perhatian pada kedudukan teori dalam penelitian disertasi. Dr. Sugiyar, M.Pd.I. menekankan pentingnya mahasiswa melampaui deskripsi permukaan melalui sintesis teori yang kokoh. Mahasiswa diajak memetakan teori mulai dari grand theory hingga applied theory sebagai landasan untuk membangun novelty dan kedalaman analisis penelitian. Dalam pemilihan teori besar, mahasiswa juga diarahkan untuk merujuk dan mempelajari teori dari buku atau sumber aslinya.
Dalam pengembangan penelitian Studi Islam, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai kemungkinan penggunaan pendekatan inter, multi, dan transdisipliner., antara lain pendekatan kualitatif-fenomenologis, sejarah, dan analisis teks. Pendekatan tersebut dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman sehingga penelitian doktoral mampu menghasilkan karya akademis yang kontributif, kritis, dan berdampak luas bagi pengembangan Studi Islam.
Perhatian khusus juga diberikan pada posisi epistemologis peneliti. Sebagai tindak lanjut materi pertemuan pertama, mahasiswa mendapatkan tugas menyusun satu paragraf positionality statement epistemologis sesuai dengan area penelitian disertasi masing-masing. Tugas tersebut diarahkan untuk melatih mahasiswa mengenali sekaligus menyatakan secara argumentatif posisi epistemologis yang mendasari penelitian yang akan dikembangkan.
Keseluruhan proses pembelajaran selama 16 pertemuan selanjutnya diarahkan pada luaran akhir berupa Doctoral Research Design Dossier. Luaran tersebut diharapkan memiliki karakter koheren, rigor, etis, feasible, dan argumentatif. Melalui rangkaian pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan rancangan penelitian disertasi yang layak, berkualitas, memiliki novelty dan kedalaman analisis, serta berkontribusi terhadap pengembangan Kajian Keislaman yang holistik dan kontekstual.