Klinik Disertasi Edisi #10: Iwan Ridhwani Soroti Ijtihad NU dan Muhammadiyah Hadapi Isu Kontemporer

Ponorogo, 03 Juni 2025 – Rangkaian Klinik Proposal Disertasi Program Doktor (S-3) Studi Islam IAIN Ponorogo memasuki edisi ke-10 dengan menghadirkan Iwan Ridhwani sebagai presenter. Mahasiswa angkatan pertama yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah di Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin (IAIRM) Ngabar Ponorogo ini mengusung disertasi berjudul “Metode dan Pendekatan Ijtihad dalam Merespons Isu-isu Kontemporer.”

Kegiatan berlangsung di ruang Prodi S-3 Studi Islam pada pukul 16.00–17.00 WIB. Bertindak sebagai ketua sidang, Ketua Prodi S-3 Dr. Basuki, M.Ag., dengan Prof. Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag. sebagai penguji sekaligus calon promotor, dan Dr. Edi Irawan, M.Pd. sebagai sekretaris.

Dalam paparannya, Iwan Ridhwani menekankan perlunya revitalisasi metode ijtihad untuk menjawab tantangan hukum Islam terhadap isu-isu mutakhir, seperti teknologi medis, keuangan syariah, dan problem sosial ekologis. Ia mengusulkan pendekatan metodologis yang membuka ruang bagi reinterpretasi dalam bingkai maqāṣid syarī‘ah.

Dr. Basuki memberikan arahan agar penelitian ini difokuskan secara lebih konkret pada dua institusi keagamaan besar di Indonesia: Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama dan Majelis Tarjih Muhammadiyah. Menurutnya, dua lembaga ini merupakan representasi paling otoritatif dalam praktik ijtihad kelembagaan di Indonesia, sehingga kajian dapat lebih terarah dan berdampak.

Sementara itu, Prof. Dr. Luthfi Hadi Aminuddin menegaskan pentingnya membangun problem akademik yang tajam sebagai fondasi penelitian. Ia mempertanyakan, “Apakah metode ijtihad yang sudah ada saat ini di NU dan Muhammadiyah belum cukup memadai dalam merespons isu-isu kontemporer? Jika ya, di mana letak kekurangannya?” Menurutnya, menjawab pertanyaan ini akan membuka ruang analisis yang kritis dan kontributif dalam pengembangan metodologi ijtihad di era modern.

Klinik proposal ini merupakan bagian dari pendampingan intensif dalam penyusunan proposal disertasi, yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan masukan ilmiah dari para pakar. Klinik ini akan berlangsung dalam 14 edisi, sesuai jumlah mahasiswa angkatan pertama Program Doktor Studi Islam.

Berita Terbaru