Prodi S3 Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Laksanakan PkM Pembinaan Guru Yayasan Nurul Huda Grogol Sawoo

Ponorogo, [tanggal kegiatan] – Program Studi S3 Doktor Studi Islam (DSI) Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program Pembinaan Guru RA, MI, dan MTs Yayasan Nurul Huda Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi yang bertujuan memperkuat kapasitas profesional, spiritual, dan moral para pendidik dalam menjalankan tugas sebagai agen pembentuk karakter generasi bangsa.

Kegiatan pembinaan diikuti oleh seluruh guru RA, MI, dan MTs Yayasan Nurul Huda Grogol Sawoo. Selain menjadi media penguatan kompetensi pendidik, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi akademik antara Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dengan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Nurul Huda sebagai bagian dari upaya membangun jejaring kemitraan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara diawali dengan pembacaan tahlil sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama kepada para muassis (pendiri) Yayasan Nurul Huda serta para ulama yang telah berjasa dalam membangun dan mengembangkan pendidikan Islam di wilayah Grogol Sawoo. Suasana khidmat tersebut menjadi pengingat bahwa keberlangsungan lembaga pendidikan hari ini merupakan buah dari perjuangan panjang para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pendidikan dengan penuh keikhlasan.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Yayasan Nurul Huda Grogol Sawoo yang menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi para guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren yang menjadi identitas lembaga.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, yang mengapresiasi inisiatif Program Studi S3 Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam menghadirkan program pembinaan guru. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga oleh komitmen moral, integritas, dan keteladanan guru dalam mendidik peserta didik.

Sebagai pembicara utama, Dr. Basuki, M.Ag., Ketua Program Studi S3 Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, menyampaikan materi bertajuk “Komitmen dan Kompetensi Guru dalam Berkhidmah di Lembaga Pendidikan Islam”. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa profesi guru merupakan amanah sekaligus ladang pengabdian yang menuntut keseimbangan antara kompetensi profesional dan keikhlasan dalam berkhidmah.

Menurut Dr. Basuki, guru di lingkungan RA, MI, dan MTs tidak hanya dituntut menguasai kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagaimana diamanatkan dalam regulasi pendidikan nasional, tetapi juga harus memiliki komitmen spiritual yang kuat sehingga setiap aktivitas pendidikan dipandang sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan para pendiri lembaga pendidikan dengan senantiasa menghargai jasa dan pengorbanan mereka. Nilai tersebut menjadi fondasi moral yang harus diwariskan kepada seluruh tenaga pendidik agar lembaga pendidikan tetap berkembang tanpa kehilangan akar sejarah dan nilai-nilai yang melandasinya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Basuki mengutip sebuah ungkapan hikmah yang sarat makna:

قد غرس من قبلنا فأكلنا ونحن نغرس ليأكل من بعدنا

“Orang-orang sebelum kita telah menanam sehingga kita dapat menikmati hasilnya; kini kita menanam agar generasi setelah kita dapat menikmati hasilnya.”

Menurut beliau, ungkapan tersebut menggambarkan filosofi pendidikan yang menempatkan guru sebagai penanam nilai, ilmu, dan peradaban. Apa yang dilakukan guru hari ini mungkin tidak seluruhnya dapat dipetik hasilnya pada masa sekarang, tetapi akan menjadi investasi peradaban bagi generasi yang akan datang. Oleh karena itu, setiap guru harus memiliki orientasi jangka panjang dalam mendidik, membangun karakter, dan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik.

Lebih lanjut, Dr. Basuki mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi akademik, memperluas wawasan keilmuan, memanfaatkan perkembangan teknologi dalam pembelajaran, serta menjaga budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Menurutnya, guru yang terus belajar akan mampu menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era transformasi digital.

Diskusi berlangsung secara interaktif. Para peserta antusias menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai strategi meningkatkan mutu pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, serta pengelolaan lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi S3 Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya lembaga-lembaga pendidikan Islam, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan diharapkan mampu memperkuat budaya akademik, meningkatkan kompetensi guru, serta menumbuhkan semangat pengabdian yang berakar pada nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan penghormatan terhadap jasa para pendiri sebagai fondasi pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.

Berita Terbaru