Ponorogo, 23 Juni 2026 – Transformasi lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran dan tata kelola internal, tetapi juga oleh kemampuan lembaga membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat. Di tengah meningkatnya kompetisi antar lembaga pendidikan, kepercayaan publik menjadi modal strategis yang menentukan keberlanjutan dan kemajuan sebuah institusi. Berangkat dari realitas tersebut, Okta Khusna Aisi, mahasiswa Doktor Konsentrasi Manajemen Pendidikan Islam Program Studi Doktor Studi Islam (DSI) Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, mengangkat tema manajemen hubungan masyarakat sebagai fokus utama penelitian disertasinya.
Melalui disertasi berjudul “Model Manajemen Hubungan Masyarakat Strategis dalam Transformasi Madrasah Aliyah Unggul: Studi Multi Kasus pada MAN 2 Ponorogo dan MAS Walisongo Putri Ngabar Ponorogo”, Okta berupaya mengungkap bagaimana praktik hubungan masyarakat (public relations) tidak lagi dipahami sekadar sebagai aktivitas publikasi atau penyebaran informasi, melainkan sebagai instrumen strategis dalam mendorong transformasi kelembagaan dan membangun daya saing madrasah.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan. Dalam konteks tersebut, madrasah dituntut mampu membangun citra, reputasi, dan kepercayaan publik melalui strategi komunikasi dan kemitraan yang efektif. Oleh karena itu, hubungan masyarakat menjadi bagian integral dari manajemen strategis lembaga pendidikan.
Melalui studi multi kasus di MAN 2 Ponorogo dan MAS Walisongo Putri Ngabar, Okta menemukan bahwa kedua lembaga sama-sama berhasil melakukan transformasi menuju madrasah unggul, namun dengan pola manajemen hubungan masyarakat yang berbeda.

Dalam paparannya, Okta menjelaskan bahwa MAN 2 Ponorogo membangun hubungan strategis dengan masyarakat melalui pendekatan pelayanan profesional. Pola ini ditandai oleh penguatan mutu layanan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola yang akuntabel, pemanfaatan teknologi informasi, serta komunikasi kelembagaan yang terstruktur. Melalui strategi tersebut, MAN 2 Ponorogo berhasil membangun kepercayaan publik yang kuat dan memperkuat posisinya sebagai salah satu madrasah unggulan di wilayah Ponorogo.
Sementara itu, MAS Walisongo Putri Ngabar mengembangkan pola yang berbeda dengan menitikberatkanpada pelayanan berbasis sosial kemasyarakatan. Kedekatan dengan masyarakat, penguatan nilai-nilai pesantren, keterlibatan dalam kegiatan sosial, serta pembangunan jejaring komunitas menjadi instrumen utama dalam membangun legitimasi dan dukungan publik terhadap lembaga. Melalui pendekatan ini, madrasah mampu menciptakan hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat sekaligus memperluas basis kepercayaan sosialnya.

Temuan penelitian tersebut dipresentasikan dalam Seminar Hasil Penelitian Disertasi yang diselenggarakan oleh Program Studi Doktor Studi Islam (DSI) Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo pada Selasa, 23 Juni 2026. Seminar ini menjadi bagian dari komitmen DSI Pascasarjana dalam menyediakan ruang akademik bagi mahasiswa doktor untuk mengembangkan penelitian yang inovatif, kontekstual, dan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan maupun praktik kelembagaan di masyarakat.
Sebagai program doktor yang menaungi berbagai konsentrasi keilmuan, DSI Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo terus mendorong lahirnya penelitian-penelitian yang mampu menjawab persoalan nyata di berbagai bidang, termasuk manajemen pendidikan Islam. Forum seminar hasil menjadi ruang akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan para pakar untuk menguji, memperkuat, dan menyempurnakan hasil penelitian sebelum memasuki tahap akhir penyelesaian studi doktoral.

Seminar hasil penelitian disertasi Okta Khusna Aisi dipimpin oleh Prof. Dr. Evi Muafiah, M.Ag, Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, yang bertindak sebagai Ketua Sidang. Hadir sebagai Penguji I, Prof. Dr. Muhammad Thoyib, M.Pd selaku Promotor. Sementara itu, Dr. Sugiyar, M.Pd.I selaku Co-Promotor bertugas sebagai Penguji II, dan Dr. Wirawan Fadly, M.Pd, Wakil Rektor II UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, bertindak sebagai Penguji III.
Dalam sesi diskusi, para penguji memberikan berbagai masukan akademik terkait penguatan model konseptual yang ditawarkan, relevansi temuan dengan teori manajemen pendidikan kontemporer, serta peluang implementasi model pada berbagai jenis lembaga pendidikan Islam. Diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan bahwa isu hubungan masyarakat strategis semakin mendapatkan perhatian sebagai salah satu faktor penting dalam pengembangan lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing.
Redaksi Humas DSI Pasca