Ponorogo, 22 Juni 2026 – Program Studi Doktor Studi Islam (DSI) Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Disertasi sebagai bagian dari tahapan akademik dalam penyelesaian studi doktoral. Seminar Hasil Penelitian Disertasi kali ini menguji mahasiswa atas nama Ratna Utami Nur Ajizah mahasiswa S3 Studi Islam konsentrasi Pendidikan Agama Islam. Ia mengangkat penelitian disertasi dengan judul “Model Integratif Pembelajaran Moderasi Beragama Berbasis Learning Activities, Self-Development, dan School Culture dalam Membangun Sikap Moderat Peserta Didik Pada MtsN 1 Ponorogo”.
Seminar hasil penelitian disertasi tersebut berlangsung dalam suasana akademik yang cair, dinamis dan konstruktif dengan menghadirkan tim penguji yang terdiri atas para akademisi senior di lingkungan Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Bertindak sebagai Ketua Sidang, Prof. Dr. Agus Purnomo, M.Ag, Direktur Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sementara itu Penguji utama adalah Prof. Dr. Evi Muafiah, M.Ag, Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, penguji II adalah Dr. Basuki, M.Ag, Ketua Program Studi Doktor Studi Islam, sedangkan penguji III sekaligus sekretaris sidang adalah Dr. Sugiyar, M.Pd.I Wakil Direktur Pascasarjana.

Dalam presentasinya, Ratna Utami Nur Ajizah menjelaskan bahwa moderasi beragama tidak dapat dibangun hanya melalui proses transfer pengetahuan di ruang kelas. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan di MTsN 1 Ponorogo, pembentukan sikap moderat peserta didik memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui integrasi aktivitas pembelajaran (learning activities), pengembangan diri (self-development), dan budaya sekolah (school culture).
Penelitian tersebut menemukan bahwa keberhasilan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama sangat dipengaruhi oleh keterhubungan antara proses pembelajaran formal, kegiatan pengembangan karakter, dan lingkungan sekolah yang mendukung praktik hidup berdampingan dalam keberagaman. Ketiga aspek tersebut membentuk ekosistem pendidikan yang memungkinkan peserta didik mengembangkan sikap toleran, inklusif, adil, dan menghargai perbedaan.
Ratna menegaskan bahwa model integratif yang ditawarkannya tidak hanya berfokus pada aspek kurikuler, tetapi juga memperhatikan dimensi kokurikuler dan kultur sekolah sebagai ruang pembiasaan nilai. Dengan demikian, moderasi beragama tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan menjadi perilaku dan karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Selama proses seminar, para penguji memberikan berbagai catatan akademik dan masukan strategis terkait penguatan kerangka teoritik, konstruksi model, validitas temuan, serta peluang pengembangan model pada berbagai jenjang dan jenis lembaga pendidikan. Diskusi berlangsung aktif dengan menyoroti relevansi moderasi beragama sebagai salah satu agenda penting pendidikan nasional dalam menghadapi tantangan polarisasi sosial, intoleransi, dan dinamika keberagaman masyarakat Indonesia.
Ketua Sidang, Prof. Dr. Agus Purnomo, M.Ag, memberikan masukan kepada mahasiswa teruji bagaimana mensintesiskan teori yang menurut hemat penguji terlalu banyak dipaparkan dan justru akan mengaburkan temuan penelitian yang ditemukan di lapangan. Hal ini juga ditekankan oleh Dr. Basuki, M.Ag selaku penguji 2 bahwa teori yang banyak dalam disertasi harus disintesiskan sedemikian rupa agar bisa bersifat operasional dalam membaca realitas temuan penelitian. Namun begitu, ketua sidang juga mengapresiasi upaya peneliti dalam merumuskan model pendidikan moderasi beragama yang lahir dari realitas praktik pendidikan di lapangan penelitiannya. Menurutnya, penelitian doktoral tidak hanya dituntut menghasilkan temuan teoretis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Senada dengan itu, Prof. Dr. Evi Muafiah, M.Ag menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama melalui pendekatan pendidikan yang holistik dan berkelanjutan terutama adalah bagaimana pemodelan moderasi beragama tersebut diterapkan di sekolah sebagai tawaran peneliti. Sementara itu Dr. Sugiyar, M.Pd.I memberikan sejumlah rekomendasi akademik untuk penyempurnaan model yang ditekankan oleh penguji utama tersebut sehingga dapat menjadi rujukan yang lebih aplikatif bagi lembaga pendidikan dalam membangun karakter moderat peserta didik.
Seminar hasil disertasi ini menjadi salah satu bukti komitmen Program Studi Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam mendorong lahirnya penelitian-penelitian inovatif yang mampu menjawab tantangan masyarakat kontemporer. Melalui kajian yang mengintegrasikan aspek pembelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah, disertasi Ratna Utami Nur Ajizah diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi penguatan moderasi beragama dan pembangunan karakter generasi muda Indonesia.
Redaksi Humas DSI Pasca